Passion?

Bicara tentang passion, mungkin sebagian besar dari kita tahu apa passion kita di dalam hidup ini. Keinginan, kegemaran, dan gairah akan suatu hal yang paling kita ingin lakukan, terlepas dari apapun itu. Aku menyebutnya mimpi, walaupun aku tahu bahwa akan sakit jika aku terbangun dari mimpiku yang indah. Akan sakit karena itu hanya mimpi. Tapi juga sangat menyenangkan jika itu terwujud, bukan?

Bicara tentang passion, bolehkah aku tahu apa itu passion-mu?

Apakah mimpimu?

Hmm, kalau aku, mungkin ada sejuta mimpiku. Takkan kuhitung. Namun dari sekian jumlah itu, ada satu hal yang membuat dadaku sesak. Seperti membludak saja rasanya, hingga akhirnya pecah menjadi air mata karena masih sangat lama mimpi itu untuk bisa kuwujudkan. Miris.

Dulu cita-citaku banyak. Mulai dari menjadi dokter, guru, perawat, bidan, pramugari, hingga fashion designer. Wajar lah, cita-citanya anak kelas dua SD. Pernah kucoba untuk menjajal ke dunia fashion, aku diterima di jurusan fashion design di universitas swasta di negriku. Namun kugugurkan saja niat itu. Kutunda dulu. Mungkin bisa kulanjutkan nanti. Bisa jadi hobi saja, pikirku.

Sekarang baru kusadari bahwa dengan menjadi dokter, aku bisa menjadi apa saja.
Menjadi dokter juga harus bisa menjadi perawat.
Menjadi dokter juga harus bisa kompetensi bidan.
Menjadi dokter juga harus bisa mengedukasi.
Tapi menjadi dokter tidak tentu bisa jadi pramugari. Siapa tahu?
Dari sekian banyak passion, ini yang sedang kujalani.

Passion-ku yang lain, yang mungkin dulu jarang kusebutkan, adalah menjadi psikolog. Tentu, di dunia kedokteran, satu-satunya spesialisasi kedokteran di bidang psikologis adalah psychiatrist. Ya, ya. Kalau dibahasaindonesiakan yaa… Spesialis Kesehatan Jiwa. Keren bukan? Siapa pun pasti penasaran dengan hal-hal yang berkaitan dengan psikologis dirinya. Aku, penasaran tentang psikologis mereka.

Ternyata, semakin kita bicara tentang passion, semakin besar gairah itu. Aku menyadari bahwa aku sangat ingin menggeluti bidang ini saat aku belajar Neuro-Psikiatri di kuliah. Entahlah, semoga saja semogaku disemogakan juga oleh malaikat-Nya. semoga niat ini selalu karena Allah. semoga jalan-Nya yang terbaiklah yang akan aku lalui. Semoga saja aku bisa mewujudkan mimpiku ini. <3


- amanthaami.

Komentar